Bangun rumah saat musim hujan tentu tidak semudah saat musim panas. Menurut laman allura.com,hujan berpotensi merusak bagian atap dan fondasi rumah. Karena itu, penting untuk memahami berbagai tips bangun rumah saat musim hujan agar proses pembangunan tetap aman, efisien, dan menghasilkan rumah yang kokoh sesuai rencana.
Sekalipun sudah dipasang pelapis ataupun proteksi, air hujan akan tetap memberikan efek mengembang, kering, atau terkikis pada pelapis atau proteksi. Sehingga, kedua pelindung ini jadi rentan dan tidak dapat memberikan perlindungan maksimal pada bagian atap dan fondasi rumah.

Tips Bangun Rumah Musim Hujan, Tahu Penyebab Rumah Hancur karena Hujan @ Daily Excelsior
Tidak hanya itu, Kondisi tanah juga perlu menjadi perhatian, karena tidak semua jenis tanah mampu menyerap dan mengalirkan air secara maksimal. Paparan air hujan yang terjadi terus-menerus dapat menyebabkan pergeseran pada fondasi rumah, yang pada akhirnya berdampak pada kekokohan struktur bangunan.
Tidak mustahil jika hujan deras menyebabkan kerusakan yang lebih parah daripada itu. Yang bahkan bisa membuat material untuk bangun rumah menjadi rusak atau hancur.
Akibat pada Proyek Pembangunan Rumah
Akibat yang ditimbulkan air hujan pada struktur bangunan rumah, pihak kontraktor pun harus mencari cara agar pembangunan rumah tetap dapat berlangsung, serta keselamatan bangunan rumah dan tukang mereka tetap dapat terjamin.
Mengingat, bangun rumah dalam kondisi cuaca yang buruk, juga berbahaya untuk keselamatan tukang. Air hujan menyebabkan permukaan tanah menjadi licin atau bisa menimbulkan risiko tersengat listrik, sehingga membuat proses bangun rumah menjadi tidak kondusif.

Contoh Progres Bangun Rumah saat Musim Hujan @ Kontraktor Hijau
Ini dapat dilihat dari realita di lapangan, yaitu saat pengecoran dinding dan pelat. Pada saat hendak melakukan pengecoran atau sudah memulai proses pengecoran dinding dan pelat, lalu tiba-tiba turun hujan, satu-satunya hal yang dapat dilakukan adalah menunda seluruh pekerjaan hingga hujan berhenti. Meneruskan pekerjaan hanya akan berujung sia-sia karena air hujan mengikis sebagian besar bahan pengikat
Masalahnya tidak berhenti sampai di situs saja. Jika timeline pembangunan rumah mundur, bahkan sampai waktu yang tidak dapat ditentukan, maka biaya yang harus dikeluarkan akan semakin banyak.
Selain biaya konstruksi yang dihitung secara harian, pengeluaran tersebut akan mencakup biaya untuk membeli material bangunan kedap air, pemasangan proteksi dan pelapis dinding anti-air, dan keperluan tambahan lainnya.
Kondisi tersebut dapat membuat proses pembangunan harus menyesuaikan dengan desain rumah baru yang telah disesuaikan berdasarkan situasi mendadak di lapangan.
Tips Bangun Rumah saat Musim Hujan
1. Pahami Pola Cuaca
Pertama, pahami kapan musim hujan biasanya terjadi. Apakah di awal atau pertengahan tahun. Selain itu, perhatikan berapa lama hujan biasanya terjadi. Tidak harus yang presisi sekali, cukup memperkirakan kasarannya saja.
Dengan memahami hal tersebut, penentuan jadwal membangun rumah bisa menjadi pas dan tidak khawatir terhadap musim hujan nantinya.

Tips Bangun Rumah Musim Hujan, Pahami Pola Cuaca @ Kontraktor Hijau
Kalau jadwal diundur karena ada hujan, itu sudah termasuk dalam rencana di awal. Sehingga tidak ada pengeluaran yang lebih.
2. Memilih Material Tahan Air
Pemilihan material bangunan menjadi hal yang penting saat membangun rumah di musim hujan. Saat musim hujan, udara akan sangat lembab dan sinar matahari yang didapatkan akan sangat sedikit. Oleh karena itu, pilih material yang mampu bertahan dalam kondisi cuaca yang menantang termasuk hujan deras.
Menurut laman Baumerk, material tahan air memiliki barrier yang dapat mencegah aliran air masuk melakukan kontak dengan permukaan bangunan rumah. Bahkan, sekeras air hujan pun tidak akan bisa menembus permukaan material ini dengan mudah.
Material yang Tahan Air
1. Semen Anti-Air
Bahan bangunan ini paling mudah digunakan dalam konstruksi bangunan rumah. Karena cukup mencampur bahan ini dengan komposisi yang tepat saat membangun sebuah bagian rumah.

Tips Bangun Rumah Musim Hujan adalah Memilih Semen Anti-Air @ Cemcrete
Mengutip Jalal dkk (2023) dalam penelitiannya yang berjudul “Evaluation of the Efficiency of Different Waterproofing Products in Concrete for Sustainability”, semen anti-air mampu menolak air sebanyak apapun tanpa mengurangi kekuatan mekaniknya.
Selama tidak dicampur dengan bahan pelapis yang ternyata dapat mengurangi kekuatan mekanik semen. Kalaupun terendam air, semen anti-air tetap dapat menyerap air secara maksimal dalam 48 jam pertama.
Makanya, tidak heran jika bahan ini banyak digunakan di area rumah yang lembab dan sering melakukan kontak dengan air, seperti kolam, kamar mandi, dan teras.
2. Polyurethane
Menurut laman dry tech, polyurethane dapat menyerap air secara sempurna dan merata.

Tips Bangun Rumah Musim Hujan, Memilih Polyurethane @ Bisley International
Bahkan, polyurethane dapat diisi pada retakan terkecil di beton untuk mengurangi kapasitas beton dalam menyerap air. Polyurethane cocok digunakan pada dinding, balok, atau teras yang memiliki celah kecil pada permukaannya untuk menangkal air hujan yang datang.
3. PVC Waterproofing Membrane
Material anti-air ini paling sering digunakan untuk atap karena mampu menyerap air dengan baik. Selain itu, bahan ini populer digunakan karena memiliki umur yang panjang. Menurut laman pbctoday, umurnya bisa berkisar antara 30 sampai 50 tahun.

PVC Waterproofing Membrane @ Jasa Waterproofing
Sebenarnya hal ini juga bergantung pada jenis yang dipilih, apakah termasuk plasticizer atau fillers. Menurut Novotny (2008) dalam studinya yang berjudul “Degradation of PVC Waterproofing Membrane containing Plasticizers”, PVC plasticizer hanya bisa bertahan paling lama 5 sampai 10 tahun.
Apa Material yang Sebaiknya Dihindari
1. Batu Bata
Batu bata terbuat dari tanah liat sehingga cepat lapuk jika terkena air hujan. Yang ada sekarang ini tidak terlalu tebal dan tidak dirancang untuk tahan terhadap air.
Berbeda dengan bangunan rumah pada beberapa abad lalu yang menggunakan batu bata tiga kali lebih tebal dan memiliki struktur kokoh untuk menahan rembesan air. Meskipun tergolong tahan terhadap air, tetap terdapat celah di antara susunan batu bata yang dapat menjadi jalur masuknya air ke dalam dinding. Celah semacam ini hampir selalu ada pada setiap konstruksi berbahan dasar batu bata.
2. Pasir dan Batu
Kedua material ini mudah tersapu air hujan lebat sehingga perlu ditutupi secara presisi dan hati-hati untuk menghindari biaya pembangunan yang mahal.
3. Besi dan Baja
Keduanya merupakan logam sehingga mudah berkarat jika terkena air hujan. Jika sudah berkarat, otomatis performanya untuk menyerap air tidak akan sebagus awalnya, bahkan perlahan-lahan dapat melemahkan struktur bangunan rumah.
3. Maintain Sistem Drainase dan Air dengan Baik
Sistem drainase dan air sangat berpengaruh saat membangun rumah di musim hujan. Sistem drainase yang tidak di-maintain dengan baik dapat berakibat fatal pada bangunan rumah seperti banjir, tanah menjadi tidak stabil, dan fondasi rumah rusak.
Dengan demikian, me-maintain sistem drainase dan air dapat melindungi lokasi pembangunan dari air hujan dan menjaga fondasi rumah agar tetap kokoh.
4. Periksa Pekerjaan secara Teratur
Apapun material yang dipilih, pastikan untuk tetap melakukan pemeriksaan terhadap hasil pekerjaan tukang bangunan secara rutin. Agar tidak terjadi masalah yang akan timbul dari material yang digunakan di kemudian hari.

Staf Kami Sedang Membantu Pembangunan Rumah Klien @ Kontraktor Hijau
Mungkin saja, material yang digunakan ternyata substandar atau tidak memiliki ketahanan terhadap air. Akibatnya, struktur bangunan lambat laun bisa melemah.
Selain itu, melakukan pemeriksaan menyeluruh juga membantu Anda mengenali bagian-bagian rumah yang hasil pembangunannya kurang memuaskan atau tidak sesuai dengan desain awal.
Dengan begitu, Anda dapat memastikan rumah impian tetap terwujud sesuai harapan tanpa menghadapi masalah serius di kemudian hari.
5. Pekerjakan Kontraktor Profesional
Ini merupakan hal terpenting yang tidak boleh dilewatkan. Kontraktor yang di pekerjakan harus memiliki pengalaman yang banyak dalam membangun rumah saat musim hujan. Tidak hanya itu, mereka juga harus familiar dengan tantangan dan requirement yang dibutuhkan untuk membangun rumah saat musim hujan.






