Banyak yang masih bingung harus mulai dari mana saat berencana melakukan renovasi rumah. Apakah renovasi bisa langsung dilakukan begitu saja, perlu membuat perencanaan terlebih dahulu, atau bahkan harus mengurus perizinan agar proses renovasi berjalan lancar?
3 Kisah Nyata Hasil Renovasi yang Gagal
1. Rumah Jadi Hancur karena Nekat Renovasi Rumah Sendiri
Kisah pertama berasal dari salah satu klien Kontraktor Hijau, yang akan disebut sebagai Bapak JT. Saat Bapak JT datang berkonsultasi dengan tim Kontraktor Hijau, dia membicarakan rencana renovasi rumahnya yang sebelumnya sudah direnovasi sendiri. Bapak JT mengakui bahwa dia menyesal telah nekat merenovasi rumahnya tanpa berkonsultasi dengan kontraktor bangunan. Dirinya hanya mengandalkan tukang untuk merenovasi rumahnya, mengikuti desain yang dia buat sendiri tanpa berkonsultasi dengan arsitek rumah.
Akibatnya, rumahpun menjadi hancur berantakan. Seperti kamar mandi, yang berada tepat setelah pagar dibuka. Ruang privasi, seharusnya tidak terletak di tempat terbuka seperti itu. Oleh sebab itu, Bapak JT mendatangi Kontraktor Hijau yang sudah terkenal profesional dan memiliki banyak rekam jejak dalam merenovasi rumah.
Apalagi, Kontraktor Hijau memiliki spesialisasi mewujudkan rumah sesuai kebutuhan spesifik dan visi rumah impian orang-orang. Sehingga hasil renovasi akan 100% SAMA PERSIS dengan harapan mereka.
2. Muncul Suara Horor di Rumah karena Kontraktor Tidak Bekerja dengan Teliti
Kisah berikutnya datang dari Barbara Nevers dan sang suami yang terpaksa mendengarkan suara ‘bip’ tanpa henti selama 36 jam. Hanya karena kontraktor yang mereka sewa kurang profesional. Akibat ulah kontraktor mereka yang ‘tidak sengaja’ meninggalkan stud finder di dalam dinding salah satu garasi dan menggantungkan drywall di atasnya, Nevers dan Suami terus dihantui suara menyebalkan itu sepanjang malam.
Terlebih lagi, garasi terletak tepat di bawah kamar tidur pasangan tersebut. Reaksi kontraktor mereka pun mengejutkan. Alih-alih menunjukkan empati dan rasa tanggung jawab, kontraktor justru menyuruh pemilik rumah mencari sendiri alat stud finder tersebut dan membuangnya jauh-jauh.
Lebih buruk lagi, kontraktor tidak bersedia menanggung biaya perbaikan saat pemilik rumah terpaksa membongkar sebagian drywall untuk mengeluarkan alat tersebut. Sikap seperti ini menunjukkan kurangnya profesionalisme dan empati dalam menjalankan pekerjaan konstruksi.
3. Terburu-Buru Ingin Renovasi Rumah, Tanpa Persiapan
Kisah terakhir datang dari Nikola Webster dan Istri yang mendapat malapetaka dari keputusannya merenovasi rumah. Hanya karena terburu-buru mengambil keputusan untuk merenovasi rumah tua yang baru saja mereka beli. Yang mana hal ini sangat menjanjikan untuk dijual kembali jika hasil renovasinya lebih bagus dibanding sebelumnya.
Kondisi Rumah Webster & Sang Istri Setelah Direnovasi @ Samantha Allen/Forbes
Di mana mereka berani menggelontorkan Rp 8 miliar rupiah untuk pembelian sekaligus pembaruan rumah tersebut. Yang, menurut Webster dan sang istri, uang tersebut sangat berguna untuk meninggikan atap rumah. Selain itu, juga untuk membuat ruang menjadi terbuka dengan melepas dinding di salah satu sisi rumah.
Awal Permasalahannya
1. Tidak Bisa Lanjut Renovasi karena Belum Mendapatkan Izin
Pertama, renovasi sebelumnya ternyata belum memperoleh izin resmi dari pemerintah setempat. Akibatnya, Webster dan istrinya tidak dapat melanjutkan proses renovasi sebelum seluruh persyaratan dipenuhi. Jika tetap memaksakan untuk melanjutkan, beberapa bagian bangunan harus dibongkar dan diganti dengan konstruksi baru yang sesuai dengan standar yang berlaku.
2. Biaya Renovasi Semakin Membengkak
Biaya renovasi rumah semakin membengkak. Webster dan Istrinya terpaksa berkonsultasi dengan banyak kontraktor dalam waktu yang tidak sebentar. Untuk membicarakan berbagai hal yang sesuai dengan kondisi terbaru tadi. Tentunya, hal ini menghabiskan banyak biaya yang bahkan besarnya bisa dua kali lipat dari yang sebelumnya.
Beginilah risiko yang dapat terjadi ketika keputusan untuk merenovasi rumah dilakukan secara terburu-buru, terlebih tanpa perencanaan yang matang.
Tanpa perencanaan yang tepat, biaya renovasi berpotensi membengkak dan justru menimbulkan kerugian, padahal seharusnya renovasi dapat dilakukan dengan biaya yang lebih efisien dibanding membangun rumah baru.
Apa yang Bisa Anda Pelajari dari 3 Kisah Tadi?
1. Tidak Semuanya Bisa Dikerjakan Seorang Diri.
Dalam proses renovasi rumah, terkadang diperlukan bantuan tenaga profesional untuk memastikan hasil akhir sesuai harapan. Untuk proyek berskala besar, seperti pada kasus rumah milik Bapak JT, penggunaan jasa renovasi rumah profesional menjadi langkah yang jauh lebih bijak.
Tanpa perencanaan dan keahlian yang memadai, risiko kesalahan justru semakin besar—alih-alih memperbaiki, kondisi rumah bisa menjadi lebih buruk setelah renovasi.
Menurut data dari Raleigh Realty, lebih dari 30 persen pemilik rumah memilih menggunakan jasa desain rumah profesional. Selain itu, sekitar 41 persen di antaranya juga memanfaatkan jasa desain interior untuk mendukung proyek renovasi.
2. Pastikan Telah Memilih Kontraktor yang Profesional dan Terpercaya untuk Menyelesaikan Proyek Renovasi Rumah
Jangan sampai kesalahan yang pernah dilakukan oleh Nevers dan pasangannya terulang kembali. Menurut presenter Grand Design, Kevin McCloud, memilih kontraktor yang salah merupakan salah satu kesalahan paling umum dalam proses renovasi rumah.
Menemukan kontraktor yang benar-benar profesional dan terpercaya memang bukan hal mudah. Berdasarkan data dari House Beautiful, sekitar 40 persen masyarakat di Inggris mengaku pernah mengalami pengalaman buruk dengan kontraktor—mulai dari hasil pekerjaan yang tidak sesuai harapan, kurangnya profesionalisme, hingga masalah tanggung jawab di lapangan.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memilih kontraktor dengan reputasi baik, memiliki rekam jejak kuat dalam proyek renovasi rumah, serta tingkat kepuasan klien yang tinggi. Kontraktor profesional umumnya didukung oleh banyak testimoni positif dan hasil kerja yang konsisten, menjadi bukti nyata dari komitmen terhadap kualitas dan kepercayaan.
Staf Kontraktor Hijau Sedang Melayani Klien @ Kontraktor Hijau
3. Persiapkan Semua secara Matang sebelum Memutuskan untuk Merenovasi Rumah
Memahami tahapan awal dalam proses renovasi rumah sangat penting agar proyek dapat berjalan lancar dan menghasilkan hasil yang sesuai harapan. Kesalahan yang pernah dilakukan oleh Webster dan istrinya menjadi contoh nyata bagaimana renovasi yang dilakukan secara tergesa-gesa tanpa persiapan matang dapat menimbulkan masalah di kemudian hari.
Berdasarkan data dari House Beautiful, sekitar 44 persen pemilik rumah mengaku tidak puas dengan hasil renovasi yang telah dilakukan. Bahkan, mereka menghabiskan rata-rata 4,9 ribu Poundsterling untuk proyek yang dianggap tidak berhasil.
Faktor utamanya adalah kurangnya perencanaan dan pemahaman tentang tahapan yang harus dilakukan sebelum memulai renovasi. Oleh karena itu, penting untuk memahami proses renovasi secara menyeluruh sebelum bekerja sama dengan jasa kontraktor atau penyedia layanan renovasi rumah profesional.
Pentingnya Mengetahui Renovasi Rumah Mulai dari Mana
Dengan memahami renovasi rumah mulai dari mana, masalah-masalah yang muncul setelah renovasi rumah dapat dihindari. Mulai dari cost tambahan untuk merenovasi ulang hingga menambah timeline untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan yang timbul setelah renovasi. Mengetahui renovasi rumah mulai dari mana memang sangat bermanfaat. Perencanaan yang matang membantu menentukan prioritas pekerjaan, termasuk kapan saat yang tepat untuk memperbaiki bagian tertentu dan kapan perlu menggunakan jasa renovasi rumah profesional.
Berikut Penjelasan Mengenai Renovasi Rumah Mulai dari Mana
1. Siapkan Perencanaan dengan Matang!
Ini langkah yang harus dilakukan pertama kali sebelum memulai renovasi rumah. Sebelum memulai renovasi rumah, pastikan sudah mempersiapkan perencanaan dengan matang. Mencakup timeline, budget, dan list semua ruangan yang ingin di renovasi.
Jika skala proyek kecil, seperti cuma mengganti cat, ubin, atau lantai, maka bisa mempersiapkannya seorang diri. Namun, jika ternyata skalanya lebih besar dari itu, maka sebaiknya meminta bantuan kontraktor bangunan rumah profesional dalam membuat perencanaan yang lebih matang.
Tujuannya, agar proses renovasi rumah berjalan dengan maksimal tanpa gangguan. Sehingga, dapat merenovasi rumah dengan nyaman.
Contoh Timeline Renovasi Rumah
Misalnya merenovasi rumah yang memiliki luasan 232 meter persegi, biasanya membutuhkan 8 hingga 10 minggu untuk selesai.
Berikut contoh timeline renovasi rumah dengan luas sebesar ini jika tidak ada delay:
- Minggu pertama: Persiapan lokasi dan perombakan rumah
- Minggu kedua – ketiga: Pekerjaan yang berat
- Minggu keempat: Pemasangan drywall & finishing
- Minggu kelima: Pengaturan tata letak interior
- Minggu keenam: Pengecatan
- Minggu ketujuh: Pengaturan pencahayaan & fixtures
- Minggu kedelapan: Finishing akhir dan pembersihan seluruh ruangan
2. Konsep Ulang Desain Rumah
Tujuannya, agar dapat lebih mudah mengkomunikasikan visi rumah impian kepada tukang bangunan. Selain itu, bisa mendapat masukan dari mereka mengenai rancangan desain rumah yang telah dibuat. Sehingga, hasil renovasi rumah tetap sesuai dengan visi rumah yang diimpikan.
3. Bongkar Rumah
Renovasi tidak dapat dilakukan jika belum membongkar rumah. Karena itu, mulailah membongkar rumah!
Renovasi Rumah Mulai dari Mana, Salah Satunya dari Bongkar Rumah Dulu @ The Gold Hive
Lakukan sesuai ruangan atau bagian yang ingin direnovasi. Entah itu sekadar memindahkan furnitur lama, merobohkan beberapa dinding, hingga menghancurkan semuanya kecuali elemen-elemen rumah yang penting dan dinding eksterior rumah.
4. Renovasi Ruangan yang Paling Diprioritaskan Terlebih Dulu
Kenapa Renovasi Rumah Mulai dari Mana: Ruang Dapur Dulu? Menurut laman paintersinbergencountynj.com, mayoritas pemilik rumah memilih ruang dapur sebagai bagian yang direnovasi duluan. Ini juga bisa dilihat dari data yang menyebutkan bahwa ruang dapur 31 persen lebih banyak direnovasi oleh rata-rata orang.
Renovasi Rumah Mulai dari Mana, Mulai dari Ruang Dapur @ Rachel Edwars/House Beautiful
Oren Farkash, CEO dan pendiri dari South Land Remodeling, juga menyatakan hal serupa. Menurut Farkash, ruang dapur adalah ruang yang paling penting untuk di renovasi. Alasannya, agar budget bisa keluar untuk bagian rumah yang paling penting. Sehingga, renovasi rumah dapat berjalan dengan efisien dan lancar.
Apalagi, renovasi ruang dapur memiliki nilai investasi yang jauh lebih tinggi daripada ruangan-ruangan lainnya. Menurut laman Gallery KBNY, nilai return on investment (ROI)-nya bisa sekitar 83 persen!
5. Renovasi Ruangan yang Paling Prioritaskan Berikutnya
Selain dapur, area yang perlu diprioritaskan dalam proses renovasi adalah kamar mandi. Alasan utama renovasi kamar mandi dilakukan lebih awal adalah karena fungsinya yang sangat vital dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menata ulang kamar mandi terlebih dahulu, penghuni dapat lebih cepat kembali menjalani aktivitas normal, terutama ketika renovasi dilakukan saat rumah masih ditempati.
Renovasi Rumah Mulai dari Mana, Berikutnya Kamar Mandi @ Gallery KBNY
Menurut laman paintersinbergencountynj.com, mayoritas pemilik rumah memilih merenovasi kamar mandi setelah ruang dapur selesai. Ini bisa dilihat pada data yang menyebutkan bahwa kamar mandi adalah ruangan yang 25 persen paling sering orang-orang renovasi.
6. Renovasi Ruang Tamu
Ruang tamu menjadi area penting yang layak diprioritaskan setelah dapur dan kamar mandi. Selama proses renovasi berlangsung, ruang ini berfungsi sebagai tempat relaksasi dan berkumpul sementara bagi penghuni rumah.
Merenovasi ruang tamu di tahap awal dapat membantu menjaga kenyamanan dan rutinitas penghuni selama bagian lain rumah masih dalam proses pengerjaan.
Renovasi Rumah Mulai dari Mana, Selanjutnya Ruang Tamu! @ Perth Renovations Co
Bagian Mana Saja yang Harus Anda Renovasi?
- Furnitur
- Pencahayaan
- Pintu, jendela, atau penutup-penutup lainnya
- Lantai, dinding, atau insulasi lainnya
- Serta hal-hal penting lainnya
- The style, shape, or size of the windows
7. Akhiri dengan Merenovasi Kamar Tidur
Tahap terakhir yang direkomendasikan dalam proses renovasi rumah adalah kamar tidur. Menjadikan kamar tidur sebagai bagian penutup renovasi memungkinkan penghuni tetap beristirahat dan beraktivitas dengan nyaman selama pengerjaan ruang-ruang lain berlangsung.
Renovasi Rumah Mulai dari Mana, Akhiri dengan Kamar Tidur @ Joe Hendrickson / Getty Images
renovasi kamar tidur di tahap akhir membantu menjaga kenyamanan tanpa perlu mencari tempat tinggal sementara.
Bagian Mana Saja yang Harus Anda Renovasi?
- Furnitur-furnitur yang ada di kamar tidur Anda
- Menambahkan kamar tidur di dalam kamar
- Memperluas kamar tidur
- Menyambungkan kamar tidur dengan ruang laundry
- Serta hal-hal penting lainnya
Siap Merenovasi Seisi Rumah?
Sebelum memulai proses renovasi, pastikan seluruh kebutuhan dan perencanaan telah dipersiapkan dengan matang. Perencanaan yang tepat membantu memastikan setiap tahap berjalan lancar dan hasil akhir sesuai harapan.
Kontraktor Hijau, sebagai penyedia jasa renovasi rumah profesional dan terpercaya, telah berpengalaman menangani hampir 1000 proyek desain dan bangun rumah sejak tahun 2015 dengan tingkat kepuasan klien mencapai 100%. Setiap proyek dikerjakan dengan standar kualitas tinggi, ketepatan waktu, serta perhatian terhadap detail desain dan fungsionalitas. Dapatkan konsultasi online gratis bersama tim ahli Kontraktor Hijau untuk mewujudkan rumah impian dengan hasil renovasi yang estetis, efisien, dan berstandar tinggi.






