Tangga rumah merupakan penghubung antar lantai rumah. Hal ini sangat perlu diperhatikan karena menyangkut ke keaman, kenyamanan, dan estetika hunian. Masih banyak kesalahan pembangunan tangga rumah yang sering terjadi akibat perhitungan yang kurang matang atau terkadang karena cuma fokus ke tampilannya saja.
Agar tidak menimbulkan risiko kecelakaan atau mengeluarkan biaya renovasi di kemudian hari, berikut adalah kesalahan pembangunan tangga rumah yang wajib dihindari.
1. Ukuran Anak Tangga Tidak Proporsional
Salah satu kesalahan paling umum adalah ukuran anak tangga yang terlalu tinggi atau terlalu pendek. Tangga dengan proporsi yang tidak tepat akan terasa melelahkan dan berbahaya saat digunakan. Idealnya, tinggi anak tangga berkisar antara 17-20 cm dengan lebar pijakan 25-30 cm. Ukuran yang tidak konsisten dapat menyebabkan pengguna mudah tersandung atau terpeleset.
Tips untuk mengatasinya adalah dengan menggunakan standar ergonomi tangga agar nyaman digunakan oleh semua usia.
2. Kemiringan Tangga yang Terlalu Curam
Tangga yang terlalu curam memang menghemat ruang, tetapi sangat berisiko, terutama bagi anak-anak dan lansia. Tangga seperti ini juga menyulitkan saat membawa barang ke lantai atas.
Kemiringan tangga rumah yang ideal berada di kisaran 30-40 derajat. Lebih dari itu akan terasa tidak aman dan tidak nyaman saat digunakan. Sebelum membangun tangga rumah, sesuaikan dahulu desain tangga dengan luas ruang, dan pastikan juga untuk untuk memperhatikan keselamatan.
3. Tidak Menggunakan Pegangan Tangga (Handrail)
Banyak rumah mengabaikan pemasangan handrail dengan tujuan estetik dan tampil minimalis. Padahal, pegangan tangga memiliki fungsi vital sebagai penopang keseimbangan. Tanpa handrail, risiko jatuh dari tangga akan meningkat, terutama saat kondisi licin atau kurang pencahayaan.
Jika ingin tampil estetik, bisa dengan mengubah desain yang sederhana, ada banyak variasi konsep desain yang bisa diterapkan untuk tangga menyesuaikan dengan desain rumah tanpa harus menghilangkan kemanannya
4. Pencahayaan Tangga Kurang Optimal
Pencahayaan yang buruk di sekitar tangga merupakan kesalahan pembangunan tangga rumah yang sering diremehkan. Tangga yang gelap akan menyulitkan pandangan dan meningkatkan risiko kecelakaan. Sebaiknya gunakan pencahayaan yang merata dan tidak menyilaukan mata.
Misalnya dengan memanfaatkan pencahayaan alamai atau lampu tambahan, seperti lampu dindin atau lampu LED pada anak tangga.
5. Memilih Material yang Licin
Material tangga yang terlalu licin, seperti keramik mengkilap atau batu alam tanpa finishing anti slip, sangat berbahaya terutama saat basah. Kesalahan ini sering terjadi karena pemilik rumah hanya mempertimbangkan tampilan visual tanpa memikirkan faktor keamanan tangga rumah. Pilih material tangga dengan tekstur anti slip atau tambahkan nosing tangga untuk meningkatkan keamanan.
Baca Juga:Β 5 Jenis Material Wajib untuk Menciptakan Rumah Mewah
6. Lebar Tangga Terlalu Sempit
Tangga yang terlalu sempit akan menyulitkan mobilitas dan akan terasa tidak nyaman, terutama pada rumah bertingkat dengan aktivitas tinggi. Lebar tangga rumah yang idealnya minimal 80-100 cm agar aman dan mudah dilalui. Sebelum membangun tangga, pastikan lebar tangga sesuai dengan fungsi rumah dan jumlah penghuni.
7. Tidak Memperhitungkan Headroom Tangga
Headroom adalah jarak vertikal antara anak tangga dan plafon. Kesalahan dalam perhitungan jarak headroom tangga dapat menyebabkan kepala terbentur saat menaiki tangga. Untuk standar headroom tangga yang aman adalah minimal 200 cm. Pastikan perencanaan pembangunan dan desain tangga dilakukan bersamaan dengan desain struktur bangunan.
8. Mengabaikan Keamanan Anak dan Lansia
Tangga yang aman untuk orang dewasa belum tentu aman untuk anak-anak dan lansia. Anak tangga yang terlalu terbuka atau sempit, celah terlalu lebar, tinggi anak tangga yang tidak proporsional, atau tidak adanya pagar pengaman merupakan kesalahan fatal dalam pembangunan tangga rumah. Pastikan untuk memperhatikan hal-hal yang mengganggu keamanan dan kenyamanan saat menaiki tangga. Kemudian pastikan juga untuk menggunakan railing rapat, anak tangga tertutup, dan permukaan yang tidak licin.
9. Desain Tangga Tidak Selaras dengan Interior
Kesalahan memilih desain tangga yang tidak selaras dengan interior ruangan lainnya akan membuat tampilan rumah terasa tidak harmonis. Tangga bisa menjadi focal point jika desainnya juga bisa menyesuaikan dengan desain rumah. Selain fungsinya, tangga juga harus mendukung dengan keselarasan konsep desain rumah secara keseluruhan.
Pilih desain tangga yang menyatu dengan gaya interior, baik minimalis, modern, maupun klasik.
10. Perencanaan Tangga Dilakukan Terlambat
Banyak kesalahan pembangunan tangga rumah terjadi karena perencanaannya dilakukan di akhir proses pembangunan. Akibatnya, tangga menjadi dipaksakan dan tidak ideal. Tangga juga termasuk dari struktur bangunan yang harus direncanakan di awal. Rencanakan proses pembuatannya bersama arsitek atau kontraktor berpengalaman agar struktur, kenyamanan dan keestetikaannya menjadi seimbang.
Tangga Aman Dimulai dari Perencanaan yang Tepat
Kesalahan pembangunan tangga rumah dapat berdampak besar pada keselamatan dan kenyamanan penghuni. Mulai dari ukuran, kemiringan, pencahayaan, hingga pemilihan material, semuanya harus direncanakan dengan matang.
Dengan menghindari kesalahan-kesalahan tersebut, tangga rumah bisa terwujud sebagai penghubung antar lantai, dan menjadi elemen desain yang aman, nyaman, dan bernilai estetika tinggi.






