fbpx

Hai, Sobat Hijau! Masih memiliki ambisi besar untuk membangun rumah impian? Sebelum melangkah lebih jauh, pastikan Sobat Hijau sudah mempelajari tips memilih & membeli tanah untuk membangun rumah impian, ya!

Mengutip laman landandluxury.com, ketepatan kita dalam memilih dan membeli tanah akan sangat mempengaruhi seluruh proses pembangunan rumah impian kita nantinya, mulai dari proses mendesain hingga konstruksi rumah. Mengingat, tanah menjadi dasar dari seluruh struktur bangunan yang akan kita bangun di atasnya.

Apa Jadinya Jika Kita Salah Memilih & Membeli Tanah?

Image by Tumisu from Pixabay

Nah, kesalahan dalam memilih dan membeli tanah akan berakibat sangat fatal bagi kita di kemudian hari, lho, Sobat Hijau. Dari sisi perizinan, misalnya, salah memilih tanah bisa membuat kita harus memperpanjang waktu untuk memulai pembangunan rumah karena harus mengurus perizinan lebih lanjut.

Seperti dikisahkan di laman nearhoodlaw.com, beberapa tahun yang lalu ada sebuah keluarga yang dikabarkan telah membangun rumah di lahan yang salah. Nah, keluarga ini baru tahu kalau mereka membangun rumah di lahan yang salah setelah pemilik lahan menggedor pintu dan memprotes kepada mereka terkait hal tersebut. Akibatnya, keluarga ini terpaksa mengeluarkan waktu dan tenaga lebih banyak untuk mengurus masalah perizinan dan kepemilikan lahan yang mereka tempati.

Lalu, apa yang terjadi jika waktu pembangunan rumah diundur jadi lebih lama?

Rumah Salah Satu Klien Kontraktor Hijau yang Sedang Dibangun @ Kontraktor Hijau

1. Mundurnya Waktu untuk Memulai atau Menyelesaikan Pembangunan Tentu akan Menimbulkan Biaya Tambahan Baru

Kenapa begitu? Karena, dengan terjadinya keterlambatan proyek, Anda mau tidak mau harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membayar upah tenaga kerja tambahan, menyewa peralatan, dan membayar bunga untuk pinjaman konstruksi. Mengingat, ketiga komponen pembayaran ini bisa saja dihitung harian.

2. Kemungkinan karena Anda Harus Mengubah Desain atau Arsitek Rumah agar Sesuai dengan Situasi Pembangunan yang Baru

Tampak Staf Kami Sedang Bekerja untuk Memproses Perancangan Desain Klien Kami @ Kontraktor Hijau

Kenapa begitu? Karena, untuk memenuhi persyaratan perizinan, Anda bisa saja terpaksa mengubah rancangan desain atau arsitek rumah impian Anda

Belum lagi, Anda akan diminta pihak berwenang untuk merevisi atau mengoreksi dokumen rancangan desain yang Anda buat agar dapat memperoleh persetujuan untuk memulai pembangunan. Proses ini tentu akan memakan lebih banyak waktu dan biaya untuk bisa memperoleh persetujuan final dari mereka.

3. Bangunan Rumah Anda yang Setengah Jadi Berisiko Mengalami Kerusakan

Kondisi Rumah Setengah Jadi yang Mengalami Kerusakan @ Cool Wallpapers

Kenapa begitu? Karena, selama masa konstruksi rumah Anda diperpanjang, ada kemungkinan bangunan rumah Anda tidak dilindungi dengan baik, sehingga ia lebih berisiko mengalami kerusakan akibat cuaca, daya tahan material bangunan, atau faktor-faktor lainnya. 

Mau tidak mau, Anda harus menunda proses pembangunan rumah Anda untuk memperbaiki kerusakan pada bangunan rumah Anda. Tidak hanya itu, Anda juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli material pengganti, menyewa tenaga kerja tambahan, atau bahkan menyewa peralatan khusus.

Dengan demikian, kesalahan dalam memilih & membeli tanah dapat menyebabkan mundurnya waktu pembangunan rumah karena harus mengurus perizinan, yang mana Anda jadi harus mengeluarkan biaya, tenaga, dan waktu tambahan untuk memulai atau menyelesaikan pembangunan.

Itulah sebabnya, Kontraktor Hijau menekankan kepada Anda untuk mempelajari lebih dalam tips memilih & membeli tanah untuk membangun rumah sebelum memutuskan untuk melakukannya. Agar Anda dan keluarga nantinya dapat membangun rumah impian tanpa repot.

4 Tips Memilih & Membeli Tanah untuk Membangun Rumah! 

1. Pilihlah Lokasi Tanah yang Tepat

Staf Kami Sedang Membantu Klien Kami Memilih Lokasi untuk Bangun Rumah @ Kontraktor Hijau

Pertama-tama, pastikan Anda memilih lokasi tanah yang tepat untuk pembangunan rumah impian Anda, mulai dari sisi lokasi, aksesibilitas, hingga kondisi di lingkungan sekitar lahan. Jangan sampai Anda tidak memperhatikan bagian ini, karena akan sangat mempengaruhi kenyamanan dan kualitas hidup Anda dan keluarga ke depannya.

Nah, Anda bisa memulainya dengan meneliti berbagai lokasi tanah yang Anda kira potensial secara apple-to-apple. Bandingkan kelebihan dan kekurangan setiap lokasi tanah dengan menggunakan variabel yang sama agar Anda dapat memilih lokasi tanah dengan tepat, seperti dari sisi aksesibilitas, kondisi di lingkungan sekitar, atau lainnya.

Pertimbangkan juga untuk mengunjungi masing-masing lokasi tanah secara langsung. Perhatikan kondisi lingkungan, aksesibilitas, serta kondisi infrastruktur dan lingkungan sekitar dari masing-masing lokasi tanah. Agar Anda lebih terbayang harus memilih lokasi tanah yang mana untuk membangun rumah impian Anda.

Jika perlu, berkonsultasilah langsung dengan ahlinya seperti dengan arsitek atau civil engineer. Dengan mendengar pendapat langsung dari ahlinya, Anda akan mendapatkan wawasan dan saran yang berharga yang akan membantu Anda memilih lokasi tanah dengan tepat.

1.1. Seperti Apa Tanah yang Bagus untuk Membangun Rumah?

A. Lokasi yang Strategis
Contoh Lokasi Rumah yang Strategis @ Anonim / Taman Arcadia

Tanah yang bagus biasanya terletak di lokasi yang strategis dan menguntungkan kita, seperti dekat dengan fasilitas umum (sekolah, pusat perbelanjaan, rumah sakit), memiliki akses mudah ke transportasi publik, dan terletak di lingkungan yang aman dan nyaman.

B. Topografi Tanah yang Mendukung untuk Membangun Rumah

Tanah dengan topografi yang mendukung untuk membangun rumah biasanya memiliki permukaan yang datar atau sedikit miring. Dengan topografi tanah seperti ini, Anda akan lebih mudah dalam membangun rumah yang memiliki struktur bangunan dan sistem drainase yang baik.

Tidak hanya itu, Anda juga akan lebih mudah dalam mewujudkan rumah yang Anda dan keluarga impikan sejak lama. Sebab, dengan topografi tanah yang mendukung, pilihan desain rumah impian yang terbuka untuk Anda jadi lebih banyak dibandingkan tanah yang sangat miring. Sehingga, Anda dan keluarga dapat membangun rumah impian dengan desain yang diinginkan tanpa repot.

C. Sistem Drainase yang Baik
Contoh Sistem Drainase pada Rumah @ adhinata / Oswasa

Kenapa tanah harus memiliki sistem drainase yang baik? Karena, sistem drainase tanah yang baik akan membantu mencegah genangan air di rumah. Sehingga, bangunan rumah Anda akan terhindar dari kelembaban, kebocoran, atau bahkan kerusakan.

Selain itu, dengan sistem drainase yang baik, air akan mengalir di permukaan tanah dengan cepat, sehingga stabilitas tanah tetap terjaga dengan baik. Dengan kata lain, air tidak akan terperangkap lama-lama di tanah, sehingga tanah Anda pun akan terhindar dari yang namanya banjir ataupun erosi.

Dengan begitu, otomatis secara keseluruhan umur bangunan Anda akan panjang. Mengingat, bangunan rumah Anda tidak terkena dampak kerusakan akibat banjir atau erosi yang berpotensi memperpendek umur bangunan rumah Anda.

Seperti apa tanah dengan sistem drainase yang baik?
  • Daya serap terhadap air sangat tinggi dan cepat
  • Kemiringan tanah tepat sehingga dapat mengalirkan air dari permukaan tanah ke tempat yang lebih rendah dengan lancar
  • Tidak terlalu padat, juga tidak terlalu lembek 
  • Memiliki material drainase alami seperti pasir, kerikil, atau batu, yang membantu mempercepat penyerapan air ke dalam tanah
  • Memiliki pola drainase yang jelas, seperti sungai kecil atau alur air, yang membantu mengalirkan air ke tempat yang lebih rendah. Dengan demikian, tanah akan terhindar dari risiko banjir dan erosi.
  • Tanaman yang ada di atas tanah tumbuh dengan kuat dan sehat 
  • Tidak ada tanda-tanda erosi atau genangan air
D. Ketersediaan Akses Air dan Listrik
Kondisi Lahan Salah Satu Klien Kami @ Kontraktor Hijau

Pastikan tanah yang Anda pilih memiliki akses yang baik ke sumber air bersih dan listrik. Dengan mengecek apakah tanah langsung terhubung dengan jaringan listrik utama, memiliki akses yang baik ke sumber air bersih, infrastruktur dasar tanah lengkap, kualitas air dan listrik, tidak ada masalah pada sistem drainase, dan terletak di lingkungan yang stabil dan aman.

Ketersediaan akses air dan listrik penting untuk memastikan Anda dan keluarga menjalani keseharian dengan nyaman dan aman selama berada di dalam rumah. Tidak hanya itu, ketersediaan akses air dan listrik akan sangat membantu proses konstruksi rumah agar berjalan dengan lancar dan baik.

E. Tanah Memiliki Kualitas yang Baik

Dengan memilih tanah yang memiliki kualitas baik, rumah Anda akan memiliki fondasi dan struktur yang kuat, memiliki sistem drainase yang baik dan efisien, memiliki material drainase alami untuk membantu proses drainase, dan memiliki tingkat kontaminasi yang rendah yang dapat menghindarkan kita yang menghuni rumah dari pencemaran lingkungan rumah.

Ini tentu akan membantu Anda dan keluarga terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan di masa mendatang. Selain itu, Anda dan keluarga dapat meminimalisir terjadinya renovasi secara berulang kali yang bisa saja mempengaruhi bentuk rumah yang kalian impikan sejak lama.

1.2. Seperti Apa Tanah yang Tidak Boleh Dibangun?

A. Kondisi Tanah yang Rawan
Foto: Dok. BPBD Kabupaten Ciamis

Tanah yang rawan biasanya memiliki kemiringan yang sangat curam, kualitas tanah yang buruk (terlalu berpasir, berlumpur, atau kekurangan unsur hara), terkontaminasi bahan kimia berbahaya, memiliki struktur yang lemah, dan terletak di daerah rawan bencana alam.

Memiliki tanah dengan kondisi seperti ini akan menyulitkan Anda untuk memiliki rumah impian dengan struktur bangunan yang kokoh dan tidak mudah rusak oleh banjir atau longsor.

Bahkan, bisa saja Anda mengalami kesulitan selama proses konstruksi berlangsung, di mana bangunan rumah Anda mungkin akan beberapa kali mengalami pergeseran atau retak, sehingga merusak struktur bangunan rumah Anda secara keseluruhan. Mau tidak mau, Anda jadi harus mengeluarkan biaya dan waktu yang lebih banyak untuk mengulang konstruksi bangunan rumah Anda.

B. Lokasi Tanah Tidak Strategis

Jangan sampai Anda memilih tanah yang lokasinya jauh dari fasilitas publik seperti pusat perbelanjaan, rumah sakit, atau sekolah. Hal ini tentu akan menyulitkan Anda dan keluarga di kemudian hari ketika ingin mengakses tempat-tempat penting tersebut.

2. Melihat Peluang Investasi Tanah di Masa Depan

Sebelum membeli tanah, pastikan Anda telah melihat peluang investasinya di masa depan. Seperti, apakah tren harga properti di wilayah tanah yang akan Anda beli memiliki kemungkinan untuk meningkat atau tidak. Atau, apakah ada kemungkinan wilayah di sekitar tanah Anda akan diincar banyak orang untuk dihuni di masa mendatang, sehingga nantinya akan mempengaruhi nilai tanah Anda?

Desain Kantor Presiden, Istana Negara dan Lapangan Upacara di IKN. | Dok. Kementerian PUPR BPPW Kaltim

Seperti misal, harga tanah di Ibu Kota Nusantara (IKN) dikabarkan mengalami peningkatan sebanyak tiga kali lipat. Untuk harga di area jalan utama, katakanlah, dari Rp 100.000 per meter persegi naik menjadi Rp 150.000 per meter persegi, dan kini menjadi Rp 300.000 meter persegi. 

Ini tentu akan menjadi peluang investasi yang baik bagi Anda yang ingin membangun rumah impian di IKN Nusantara, apalagi jika Anda melakukannya dari sekarang.

Atau misal, Anda lebih tertarik untuk membeli tanah dengan lokasi yang lebih dekat dengan Anda, yaitu di Jakarta Barat. Nah, tanah di Jakarta Barat memiliki lokasi yang strategis, lho! Berkat lokasinya yang tidak jauh dari pusat-pusat bisnis, pusat perbelanjaan, dan transportasi publik, nilai tanah di wilayah ini cenderung meningkat setiap tahunnya.

Tidak hanya itu, pihak pemerintah juga terus mendukung pembangunan infrastruktur di Jakarta Barat, mulai dari pembangunan jalan hingga transportasi umum. Secara otomatis, nilai properti di sekitarnya pun, termasuk dalam hal ini tanah di Jakarta Barat, akan mengalami peningkatan.

Bagaimana Cara Menentukan Tanah yang Tepat?

  • Biasakan selalu up-to-date tentang kondisi pasar properti, perkembangan wilayah yang Anda incar, dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi nilai tanah di masa depan
  • Berkonsultasi dengan ahli, tanya pendapat mereka mengenai perkembangan industri properti untuk memperdalam wawasan Anda sekaligus menguatkan keputusan Anda dalam memilih & membeli tanah
  • Hitung berapa keuntungan yang bisa Anda peroleh dari investasi tanah Anda di masa mendatang

3. Pastikan Pembelian Tanah yang Anda Lakukan Sesuai dengan Hukum yang Berlaku

Photo by Tingey Injury Law Firm on Unsplash

Ini penting kita perhatikan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di masa mendatang, seperti meminimalisir konflik dengan tetangga karena masalah zonasi tanah, terhindar dari perobohan rumah secara paksa karena pengurusan perizinan izin mendirikan bangunan (IMB), atau lainnya.

Pastikan penjual memiliki sertifikat kepemilikan tanah yang sah, tanah memiliki izin untuk menjadi tempat pembangunan rumah, tanah Anda tidak melewati batas-batas zona tetangga, dan sudah memiliki IMB yang sah.

Untuk melakukan hal ini, Anda dapat berkonsultasi dengan ahli hukum atau notaris yang berpengalaman untuk memahami semua aspek hukum yang terkait dengan pembelian tanah dan memastikan transaksi berlangsung dengan benar dan sesuai aturan yang berlaku.

Jangan lupa untuk memeriksa semua dokumen dengan teliti, ya. Pastikan semua dokumen terkait dengan kepemilikan tanah dan pembelian properti telah disusun dengan benar dan sesuai dengan kenyataan di lapangan.

Jika Anda membutuhkan bantuan untuk mengurus pembuatan IMB, Kontraktor Hijau dapat membantu Anda membuat gambar kerja (GK) atau detailed engineering design (DED) untuk pengisian data di https://simbg.pu.go.id/

Kontraktor Hijau sendiri merupakan perusahaan kontraktor profesional yang sudah berpengalaman dalam pembuatan GK atau DED yang cocok dengan rencana dan rancangan konstruksi rumah klien-klien kami. 

Dengan sistem kerja multidisiplin yang rapi dan baik antara arsitek dan konstruksi, Kontraktor Hijau dapat memberikan hasil GK atau DED yang sesuai dengan gambaran bagaimana konstruksi rumah Anda nanti. Sehingga, proses pembuatan IMB Anda menjadi lebih ringkas dan sederhana.

Hubungi Kontraktor Hijau di nomor ini melalui WhatsApp untuk merealisasikan GK atau DED yang sesuai dengan rumah impian Anda. Kami lebih dari kata siap untuk membantu memudahkan Anda dalam membuat IMB!

4. Siapkan Anggaran dan Biaya Tambahan untuk Membeli Tanah

Photo by 金 运 on Unsplash

Tidak hanya biaya membeli tanah, Anda juga harus menyiapkan anggaran untuk biaya pejabat pembuat akta tanah (PPAT), bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), tarif pelayanan pemeliharaan data pendaftaran tanah, biaya pelayanan informasi untuk nilai tanah, dan biaya pengecekan sertifikat.

Pastikan Anda telah memahami masing-masing komponen beserta rumus-rumus perhitungannya agar terhindar dari over budget. Kami sangat sarankan kepada Anda untuk membaca panduannya di rwbdg.com berikut ini.

Itulah penjelasan mengenai tips memilih & membeli tanah untuk membangun rumah impian. Pastikan Anda telah memahaminya baik-baik sebelum memutuskan untuk membeli tanah, ya, agar Anda terhindar dari hal yang tidak-tidak di masa depan. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda, ya, Sobat Hijau!