fbpx

Sobat Hijau ingin membangun rumah impian sendiri dari nol? Sebelum itu, ada baiknya Sobat Hijau mengetahui dulu apa itu IMB dan bagaimana cara menghitung biaya pembuatan IMB. Supaya Sobat Hijau dapat membangun rumah impian dengan lancar tanpa perlu takut menghadapi ancaman akan penggusuran, dan juga lebih siap dari segi budget.

“Sanksi tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atau yang sekarang dikenal sebagai Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), dapat berupa administratif dan pidana. Tidak hanya pembongkaran bangunan secara paksa, Anda juga bahkan dapat dituntut untuk membayar denda paling banyak 20% dari nilai bangunan rumah Anda atau dipenjara paling lama 5 tahun. Selengkapnya dapat Anda cek di sini.”

Seputar IMB atau PBG

Sekilas Tentang IMB

Sederhananya, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atau yang sekarang dikenal sebagai Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), adalah perizinan yang diberikan kepada pemilik bangunan seperti Anda yang ingin mengurus berbagai hal yang berkaitan dengan bangunan Anda sendiri, mulai dari membangun baru, memperluas, mengurangi, hingga merawat bangunan sesuai dengan standar teknis bangunan.

Nah, PBG sendiri merupakan produk hukum yang diberikan oleh kepala daerah yang sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 16 tahun 2021 (sebelumnya, IMB diatur UU Nomor 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung), sehingga sifatnya MENGIKAT & WAJIB Anda urus

Dengan kata lain, tidak mengurus PBG untuk pembangunan rumah atau keperluan lainnya sama saja dengan melakukan tindakan melanggar hukum, dan tentunya Anda akan dikenakan denda dalam jumlah yang tidak sedikit atau bahkan paling parahnya dipenjara beberapa tahun jika ketahuan tidak melakukannya (selengkapnya dapat Anda baca di sini).

Sebaliknya, dengan mengurus PBG, Anda akan mendapatkan jaminan perlindungan hukum selama pembangunan rumah Anda berlangsung, sehingga Anda akan terhindar dari ancaman atau gangguan yang tidak-tidak dari oknum-oknum nakal. Tidak hanya itu, bangunan rumah Anda sudah dipastikan TERJAMIN KUALITASNYA dan memiliki HARGA JUAL YANG TINGGI.

Apakah Ada Perbedaan antara PBG dan IMB?

Meski PBG adalah pengganti IMB, Anda perlu tahu bahwa PBG dan IMB memiliki beberapa perbedaan baik dari segi cara permohonan, persyaratan permohonan, maupun hal-hal lainnya. Ini menjadi salah satu concern tim Kontraktor Hijau karena masih banyak klien kami yang menganggap keduanya sama persis.

Padahal, perbedaan di antara keduanya memiliki konsekuensi yang berbeda ketika nanti Anda mengurus perizinan membangun rumah. Seperti misal, ketika Anda mengurus PBG, Anda TIDAK DIWAJIBKAN untuk melakukannya sebelum memulai pembangunan. Berbeda sekali dengan ketika mengurus IMB, di mana Anda DIWAJIBKAN untuk mengurusnya sebelum memulai pembangunan.

Maka itu, Kontraktor Hijau menyarankan kepada Anda untuk benar-benar memahami perbedaan antara PBG dan IMB, supaya Anda dapat mengurus PBG dengan lebih efektif dan efisien.

1. Perbedaan antara PBG dan IMB dari Segi Cara Permohonan 

Seperti sudah kami sebutkan tadi, Anda tidak harus mengurus PBG sebelum memulai pembangunan rumah Anda. Berbeda dengan ketika mengurus IMB: Anda harus melakukannya sebelum memulai pembangunan.

Pertanyaannya, kenapa bisa begitu?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita dapat merujuk pada peraturan yang terikat dengan masing-masing PBG dan IMB, yaitu Peraturan Pemerintah (PP) No. 16 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2022 tentang Bangunan Gedung untuk PBG & PP 36/2005 untuk IMB.

Pertama, PP 16/2021. Peraturan ini lebih menyorot pada fungsi bangunan yang HARUS SESUAI dengan tata ruang daerah masing-masing, seperti fungsi hunian, fungsi keagamaan, fungsi khusus, fungsi sosial, dan fungsi usaha.

Artinya, selama rumah Anda yang akan dibangun sudah sesuai dengan fungsi hunian, terlebih lagi tidak melanggar aturan tata ruang, maka Anda dapat memulai pembangunan rumah Anda tanpa harus mengurus perizinannya terlebih dahulu.

Jangan sampai, apa yang terjadi pada salah satu gerai Mie Gacoan di Kecamatan Bogor Barat pada 2022 lalu, juga terjadi pada bangunan rumah Anda! Gerai Mie Gacoan ini pernah disegel oleh Satpol PP setempat karena tidak mengantongi izin pembangunan gedung yang seharusnya sesuai dengan rencana tata ruang kota (fungsi usaha). Bahkan, gerai Mie Gacoan ini pernah terancam akan dibongkar jika tidak mengurus perizinan dalam 14 hari ke depan! (SINDONews.com, 24/11/2022, “Tak Punya Izin, Restoran Mewah Mie Gacoan Bogor Disegel Satpol PP”).

Penyegelan Gerai Mie Gacoan @ Putra Ramadhani Astyawan/SINDOnews.com

Nah, ini tentunya jauh berbeda dengan PP 36/2005 (tepatnya pada pasal 14), yang sangat menekankan perizinan ketika Anda mengurus IMB, di mana dalam peraturan tersebut telah ditekankan beberapa kali bahwa Anda wajib mengurus IMB kepada pemerintah daerah sebagai izin mendirikan bangunan rumah Anda.

Jadi, kelihatan dengan jelas, ya, perbedaan di antara keduanya!

2. Perbedaan antara PBG dan IMB dari Segi Hal-Hal yang Harus Kita Laporkan

Perbedaan berikutnya terletak pada hal-hal yang harus kita laporkan. Untuk mengurus PBG, Anda harus melaporkan fungsi bangunan rumah Anda sesuai dengan tata ruang yang berlaku, seperti yang tertuang dalam PP 16/2021. Sementara untuk mengurus IMB, Anda hanya perlu melaporkan fungsi bangunan rumah Anda saja.

Lantas, bagaimana jika kasusnya bangunan rumah Anda sudah terlanjur dibangun, tetapi Anda sendiri belum memiliki PBG? 

Nah, jika kasusnya seperti ini, maka Anda dapat mengurus Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk mendapatkan PBG, karena ini sudah diatur dalam Pasal 346 ayat (3) PP 16/2021. Dengan memiliki SLF, bangunan rumah Anda akan dianggap telah memenuhi syarat pelaporan untuk pembangunan rumah.

3. Perbedaan antara PBG dan IMB dari Segi Persyaratan Permohonan

Bagaimana kalau dari segi persyaratan permohonan? Untuk mengurus PBG, Anda harus sudah memiliki perencanaan dan perancangan bangunan rumah yang sesuai dengan tata bangunan, keandalan, dan desain prototipe. Karena, nanti, Anda harus menyerahkan data pemohon/pemilik, data bangunan gedung, dokumen rencana teknis, dan dokumen rencana pertelaan.

Lain soal dengan pengurusan IMB. Anda hanya perlu memenuhi beberapa persyaratan pembangunan untuk dapat melaksanakan pembangunan rumah Anda, seperti pengakuan status kepemilikan tanah, izin pemanfaatan, status kepemilikan bangunan, dan izin mendirikan bangunan.

Bagaimana Cara Mengurus PBG?

Untuk mengurus PBG, Anda dapat melakukannya secara online melalui link simbg.pu.go.id yang di bawah naungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Anda hanya perlu membuat akun sebagai pemohon, lalu melengkapi data pemohon.

Membuat Akun Pemohon

Berikut langkah-langkah yang perlu Anda lakukan untuk mendaftarkan diri sebagai pemohon di link simbg.pu.go.id:

  1. Buka situs web SIMBG dengan memasukkan link simbg.pu.go.id
Halaman Website simbg.pu.go.id @ Habibah Auni/Kontraktor Hijau
  1. Klik “Daftar” yang terletak di bagian kanan atas pada halaman SIMBG.
“Daftar” pada Halaman Website simbg.pu.go.id @ Habibah Auni/Kontraktor Hijau
  1. Ketika mengisi form pendaftaran, pastikan pada bagian “Daftar sebagai” Anda memilih “Pemohon PBG/SLF/SBKBG/RTB/Pendataan BG. Jangan lupa mengisi alamat email dan kata sandi akun Anda. Pastikan Anda sudah mencentang kotak “Syarat & Ketentuan Berlaku”.
Form Pendaftaran pada Halaman Website simbg.pu.go.id @ Habibah Auni/Kontraktor Hijau
  1. Anda akan mendapatkan informasi bahwa pendaftaran sebagai pemohon telah berhasil. Selanjutnya, Anda harus mengecek email untuk memverifikasi.
Informasi Bahwa Pendaftaran Anda Telah Berhasil @ Habibah Auni/Kontraktor Hijau
  1. Anda akan mendapatkan email dari SIMBG yang meminta Anda untuk memverifikasi akun pemohon Anda dengan mengklik tautan “Verifikasi” pada badan email.
Email Verifikasi Akun Pemohon @ Habibah Auni/Kontraktor Hijau
  1. Setelah mengklik tautan “Verifikasi”, akan muncul halaman untuk melengkapi akun Anda.
Halaman Data Diri pada Website SIMBG @ Habibah Auni/Kontraktor Hijau

Kemudian, Anda WAJIB melengkapi data-data berikut ini:

  • Nama Lengkap (termasuk gelar depan dan gelar belakang)
  • Nomor Induk Kependudukan (NIK)
  • Provinsi Domisili 
  • Kab/Kota Domisili 
  • Kecamatan Domisili
  • Alamat Domisili
  • Nomor HP
  • Email
  1. Proses pendaftaran Anda sebagai pemohon telah berhasil

Mengajukan PBG

Jika sudah sukses membuat akun sebagai pemohon, maka Anda bisa melanjutkan proses permohonan mengurus PBG. Berikut langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengajukan PBG:

  1. Pada halaman “Daftar Permohonan” klik tombol “Tambah” yang terletak di sebelah tulisan “Data Pengajuan PBG, SLF, SBKBG, RTB, atau Pendataan Bangunan Gedung”

Halaman Daftar Permohonan pada Website SIMBG @ Habibah Auni/Kontraktor Hijau

  1. Jika sudah muncul boks “Pilih Permohonan” pada layar komputer Anda, pilih “Persetujuan Bangunan Gedung”

Boks “Pilih Permohonan” @ Habibah Auni/Kontraktor Hijau

  1. Pada boks “Daftar Pengajuan” pilih jenis permohonan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan gedung Anda.

Boks “Daftar Pengajuan” @ Habibah Auni/Kontraktor Hijau

  1. Karena di sini keperluan Anda adalah membangun rumah impian, maka pilih “Fungsi Hunian” pada “Fungsi Bangunan” dan “Rumah Tinggal Tunggal” pada “Jenis Bangunan”. Setelah memilih kedua bagian itu, akan muncul beberapa data khusus yang perlu Anda isi. Jika sudah mengisi semua data tersebut dengan baik dan benar, maka selanjutnya Anda dapat mengklik tombol “Simpan”

Kelanjutan Pengisian “Daftar Pengajuan” @ Habibah Auni/Kontraktor Hijau

Mengisi Data Pemilik

Setelah melengkapi data teknis, tugas Anda berikutnya adalah mengisi data pemilik, data alamat bangunan gedung, dan data bangunan gedung.

  1. Pada halaman “Data Pemilik”, isi data-data yang tertera pada halaman tersebut, seperti status kepemilikan, nama lengkap (termasuk gelar depan dan gelar belakang), jenis tanda pengenal,  no. KTP, alamat, provinsi,  kab/Kota, kecamatan, no. telp/hp, dan alamat email.
Halaman “Data Pemilik” @ Habibah Auni/Kontraktor Hijau
  1. Setelah itu, akan muncul satu halaman yang menampilkan “Data Alamat Bangunan Gedung” dan “Data Bangunan Gedung”. Pastikan Anda sudah melengkapi semua data dengan benar. Jika sudah, klik tombol “lanjut”.
Halaman “Data Alamat Bangunan Gedung” & “Data Bangunan Gedung” @ Habibah Auni/Kontraktor Hijau

Mengisi Data Informasi Tanah

Setelah selesai mengisi data pemilik, akan muncul satu halaman bernama “Form Data Tanah” yang terdiri dari “Data Konsultasi”, “Data Tanah”, dan “Data Teknis Tanah”. Pada tahap ini, lakukanlah langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Klik “Data Profil Tanah” untuk melengkapi data-data yang ada
Halaman “Data Profil Tanah” @ Habibah Auni/Kontraktor Hijau
  1. Setelah muncul boks “Tambah Data Tanah”, isilah data-data berikut ini:
Boks “Tambah Data Tanah” @ Habibah Auni/Kontraktor Hijau
  • Jenis Dokumen Kepemilikan Tanah
  • Tanggal Terbit Dokumen
  • Hak Kepemilikan Atas Tanah
  • Alamat Lokasi Tanah
  • File Data Kepemilikan Tanah 
  • Nomor Dokumen Data Tanah 
  • Luas Tanah 
  • Nama Pemilik Hak Atas Tanah 
  • Perjanjian Tertulis Pemanfaatan Tanah
  1. Jika sudah melengkapi data, klik tombol “Simpan”

Melengkapi Data Teknis Bangunan

Jika sudah melengkapi semua data pada “Form Data Tanah”, selanjutnya akan muncul halaman “Form Data Umum” untuk pengisian data-data pentingnya lainnya. Berikut langkah-langkah yang harus Anda lakukan:

  1. Pertama, isi “Data Umum” dengan mengupload berkas-berkas seperti “Informasi KTP/KITAS”, “Informasi KRK/KKPR”, dan “Data Penyedia Jasa Perencana Konstruksi badan usaha atau perseorangan”
Halaman “Form Data Umum” @ Habibah Auni/Kontraktor Hijau
  1. Setelah itu, upload semua berkas pada tabel “Data Teknis Arsitektur” dan “Data Teknis Struktur” 
Tabel “Data Teknis Arsitektur” & “Data Teknis Struktur” @ Habibah Auni/Kontraktor Hijau
  1. Terakhir, upload semua berkas pada tabel “Data Teknis Mekanikal, Elektrikal, dan Plambing”. Pastikan Anda sudah melengkapinya dengan benar. Jika sudah, klik tombol “Selanjutnya”
Tabel “Data Teknis Mekanikal, Elektrikal, dan Plambing” @ Habibah Auni/Kontraktor Hijau

CATATAN PENTING!

Kontraktor Hijau memahami bahwa pada pengisian “Data Teknis Bangunan”, Anda harus menyerahkan gambar kerja (GK) atau detailed engineering design (DED). Di satu sisi, kami juga yakin bahwa mayoritas dari Anda pasti sudah memiliki GK atau DED yang entah sudah Anda buat sendiri atau dengan menggunakan jasa arsitek.

Sebenarnya, tidak ada yang salah jika Anda sudah memiliki GK atau DED sendiri. Hanya saja, akan lebih baik jika GK atau DED yang Anda miliki sudah fit dengan perencanaan dan perancangan konstruksi rumah Anda nanti. 

Terlebih, mengingat GK atau DED dari jasa arsitek kerap kali kurang match dengan rencana dan rancangan konstruksi rumah. Walaupun ini merupakan hal yang lumrah terjadi, mengingat di antara jasa arsitek dan jasa kontraktor rumah pasti memiliki perbedaan dari segi pengalaman dan pengetahuan dalam membangun rumah.

Nah, akibat tidak match ini, Anda bisa jadi akan mengeluarkan cost tambahan untuk pembuatan GK atau DED yang cocok dengan rencana atau rancangan konstruksi rumah Anda.

Sebagai orang yang ingin fokus membangun rumah impian, tentu Anda tidak ingin budget Anda jadi terkuras habis hanya untuk membuat GK atau DED, bukan? Belum lagi soal biaya pembuatan PBG dan tetek-bengeknya. Waduh!

Kami Berikan Solusinya!

Kontraktor Hijau sendiri merupakan perusahaan kontraktor profesional yang sudah berpengalaman dalam pembuatan GK atau DED yang cocok dengan rencana dan rancangan konstruksi rumah klien-klien kami. Seperti misal, dengan Bu JL dan Bu YT, kami sudah pernah membuatkan GK atau DED bahkan sampai gambar desain tiga dimensinya.

Soal kualitas GK atau DED yang Kontraktor Hijau kerjakan, Anda tidak perlu meragukannya lagi. Dengan sistem kerja multidisiplin yang rapi dan baik antara arsitek dan konstruksi, Kontraktor Hijau dapat memberikan hasil GK atau DED yang sesuai dengan gambaran bagaimana konstruksi rumah Anda nanti, bahkan akan kami kaji ulang sampai terbuat mechanical, engineering, plumbing (MEP) yang cocok dengan rencana dan rancangan konstruksi rumah Anda.

Hubungi Kontraktor Hijau di nomor ini melalui WhatsApp untuk merealisasikan GK atau DED yang sesuai dengan rumah impian Anda. Buat pengalaman pembuatan PBG Anda jadi mudah dan ringkas!

Bagaimana Cara Menghitung Biaya Pembuatan IMB atau PBG?

Sebenarnya, tidak ada cara menghitung biaya pembuatan IMB (PBG) yang pakem. Hal ini karena jasa pengurusan IMB atau minimal kalkulator IMB memiliki cara menghitung biaya pembuatan IMB yang mungkin berbeda antar satu dengan yang lainnya.

Seperti misal, jika Anda menggunakan kalkulator IMB yang tersedia pada website https://perizinanonline.depok.go.id/, maka Anda dapat melihat bahwa cara menghitung biaya pembuatan IMB mereka benar-benar mendetail sampai membedakan jenis pagar besi. 

Kalkulator PBG Perizinan Online Depok @ Habibah Auni/Kontraktor Hijau

Berbeda dengan website https://sikaret.purwakartakab.go.id/, di mana cara menghitung biaya pembuatan IMB hanya sampai jenis prasarana apa saja (contoh: “pagar” saja, bukan “pagar besi antik”), misalnya.

Kalkulator PBG Sikaret Purwakarta @ Habibah Auni/Kontraktor Hijau

Mau Hasil Perhitungan IMB yang Akurat?

Ingin mendapatkan hasil perhitungan yang akurat? Jika ingin cara cepat, Kontraktor Hijau sarankan kepada Anda untuk menggunakan beberapa kalkulator IMB online dan membandingkan hasilnya satu sama lain untuk mendapatkan perkiraan yang lebih baik. Walaupun, mungkin, dengan cara ini Anda hanya baru mendapatkan perkiraan biaya kasar saja.

Namun, jika Anda ingin memvalidasi kebenaran dari cara menghitung biaya pembuatan IMB yang Anda gunakan, Anda dapat menggunakan proyek-proyek bangunan rumah yang telah selesai di internet dan melihat berapa biaya yang dikeluarkan. Dengan catatan, proyek-proyek bangunan rumah tersebut menyajikan seluruh data yang digunakan dalam kalkulator IMB. Sehingga, dari situ, Anda dapat memperoleh hasil perhitungan yang akurat.

Ingin yang lebih cepat lagi dengan hasil yang lebih akurat? Anda dapat menghubungi pihak perusahaan kontraktor profesional yang sudah berpengalaman dalam mengurus pembuatan IMB. 

Selain memiliki cara menghitung biaya pembuatan IMB sendiri yang sudah terbukti keakuratannya, perusahaan kontraktor yang profesional tentunya dapat memperkirakan biaya tambahan apa saja yang akan muncul selama proses pembuatan IMB, sehingga hasil perhitungan pembuatan IMB Anda akan jauh lebih akurat daripada Anda melakukannya seorang diri.

Pastikan perusahaan kontraktor yang Anda pilih sudah terbukti pengalaman dan profesionalitasnya dalam mengurus pembuatan IMB dengan melihat portofolio-portofolio yang mereka miliki pada website perusahaan mereka. Jangan lupa untuk recheck kebenaran klaim mereka dengan melihat ulasan-ulasan mengenai kinerja mereka di internet! Oke?