fbpx

Granit vs keramik vs marmer, ketiga material bangunan yang menjadi pilihan banyak orang untuk mempercantik finishing dari permukaan. Jika ditanya mana yang paling bagus untuk di rumah, maka jawabannya bisa berbeda-beda tergantung dari segi harga, tampilan, kekuatan, ataupun aspek lainnya.

Dari segi harga, misalnya, mungkin keramik menjadi pilihan terbaik karena memiliki harga yang lebih terjangkau dibandingkan granit dan marmer. Range harganya sekitar Rp 90.000 – Rp 120.000 per m2, dengan besaran harga tergantung jenis keramik yang Sobat Hijau pilih. Berbeda dengan granit yang memiliki range harga sekitar Rp 150.000 – Rp 200.000 per m2 dan marmer yang memiliki range harga sekitar Rp 1.800.000 – Rp 2.500.000 per m2.

Atau, dari segi tampilan, mungkin beberapa di antara Sobat Hijau akan lebih memilih marmer karena memiliki penampilan yang estetik dan mewah. Namun, mungkin ada juga Sobat Hijau yang justru malah lebih prefer keramik karena praktis dan memiliki pilihan desain yang lebih beragam.

“Kalau seperti ini, berarti lebih baik pilih yang mana, dong? Ketiganya ‘kan sama-sama bagus.”

“Apa lebih baik pilih marmer saja? Kualitasnya kan harusnya sudah pasti terjamin karena harganya lebih tinggi.”

“Tapi, kalau pilih keramik, kira-kira mudah rusak tidak, ya? Soalnya harganya ‘kan jauh lebih murah daripada yang lain.”

Nah, supaya Sobat Hijau tidak semakin kebingungan menentukan mana material yang bagus untuk pembangunan rumah Sobat Hijau, Kontraktor Hijau akan membedah granit vs keramik vs marmer lebih dalam. Pastikan Sobat Hijau menyimaknya sampai akhir, ya, agar kalian tidak menyesal ketika nanti sudah memutuskan untuk membeli material untuk mempercantik finishing. Selamat membaca!

Granit vs Keramik vs Marmer dari Segi Bahan Dasar

Bahan Dasar Granit

Kelebihan dan kekurangan granit

: Batu alami yang terbentuk dari proses pembekuan magma yang terjadi di dalam bumi.

Karena terbuat secara alami, otomatis batu granit memiliki warna yang beragam tergantung proses kimiawi yang dilaluinya dan kandungan mineral yang dimilikinya. Jadi, bisa berwarna abu-abu, putih, merah muda, atau bahkan jingga.

Meski begitu, batu granit yang baru terbentuk biasanya memiliki ukuran yang besar dan struktur yang kokoh. Nah, batu granit yang biasa kita temukan di toko-toko bangunan biasanya sudah dipotong sesuai dengan standar ukuran untuk kepentingan pembangunan rumah.

Walapun sudah dipotong kecil-kecil, batu granit tetap memiliki daya tahan yang kuat, lho, sehingga sangat cocok digunakan untuk menopang bangunan rumah Anda. Daya tahan yang kuat ini jugalah yang membantu rumah kita tahan dengan suhu panas dan dingin yang ekstrem.

Bahan Dasar Keramik

Kelebihan dan kekurangan keramik

: Tanah liat yang dilapisi oleh glaze (bahan mengkilap) setelah melalui pembakaran.

Karena dilapisi oleh glaze, keramik dapat memiliki beragam corak atau motif tergantung dengan keinginan pembuatnya.

Keramik yang sudah diberi corak atau motif, kemudian dibakar sebanyak dua kali agar memiliki daya tahan dan kekuatan yang besar. Namun, untuk yang kualitas premium, biasanya dibakar 4 hingga 5 kali agar kualitasnya lebih bagus daripada yang biasa.

Bahan Dasar Marmer

Kelebihan dan kekurangan marmer

Sama seperti garnit, marmer juga merupakan material bangunan yang terbuat secara alami. Hanya bedanya, marmer terbuat dari metamorfosis batuan kapur yang kemudian dipotong kecil-kecil menggunakan alat potong untuk kemudian finishing menjadi material bangunan yang siap dipakai.

Nah, karena terbuat secara alami, otomatis marmer memiliki daya tahan yang luar biasa terutama ketika berada di lingkungan dengan suhu panas yang ekstrem.

Tidak hanya itu, marmer juga dapat berfungsi sebagai pendingin ruangan karena dapat membantu menjaga suhu dingin dalam ruangan. Sangat cocok untuk kita yang ingin merasakan suhu dingin yang alami, bukan?

Granit vs Keramik vs Marmer dari Segi Perawatan

Perawatan Granit

: Terbilang mudah berkat struktur permukaannya yang keras dan padat.

Kenapa begitu? Karena, berkat kekerasan dan kepadatannya, lantai atau dinding yang menggunakan granit dapat lebih tahan terhadap goresan, retak, atau aus.

Dan, berkat itu pula, ketika terkena noda, lantai atau dinding yang menggunakan granit tidak akan mudah menyerap noda karena noda akan tertahan di permukaan lantai atau dinding. Apa dampaknya? Merawat permukaan marmer tidak jadi sulit untuk dilakukan, karena kita cukup membersihkan permukaannya dengan air dan sabun ringan untuk mengangkat kotoran dan noda.

Perawatan Keramik

: Terbilang mudah berkat permukaannya yang cukup keras, halus, dan sudah dilapisi glaze.

Kenapa begitu? Karena, berkat permukaannya itulah, lantai atau dinding yang menggunakan keramik tidak mudah menyerap noda. Dengan tidak terserapnya noda, noda akan tertahan di permukaan keramik, sehingga akan lebih mudah kita bersihkan. Kita cukup menggunakan air dan sabun ringan untuk membersihkan permukaan dari kotoran dan noda.

Tidak hanya itu, permukaannya yang keras juga membuat keramik tahap terhadap goresan atau tekanan dari luar. Sehingga lantai atau dinding yang menggunakan bahan bangunan ini tidak akan mudah rusak. Sangat praktis dan tidak mengeluarkan banyak biaya untuk perawatannya, bukan?

Perawatan Marmer

: Terbilang sulit karena permukaannya yang rapuh dan strukturnya yang memiliki pori-pori yang besar.

Pertama, permukaannya yang rapuh membuatnya rentan terhadap goresan dan tekanan. Sehingga, untuk mempertahankan kualitasnya, mau tidak mau kita harus mengeluarkan tenaga dan perhatian ekstra untuk merawat lantai dan dinding yang menggunakan bahan bangunan ini.

Dalam merawatnya pun kita tidak dapat melakukannya secara sembarangan. Kita tidak dapat serta-merta menggunakan bahan kimia ala kadarnya untuk membersihkan permukaan marmer. Karena, asal menggunakan bahan kimia yang tidak cocok untuk marmer, seperti misal menggunakan cuka atau asam sitrat, akan mengakibatkan pudarnya warna dan rusaknya struktur pada permukaan marmer.

Tidak hanya itu, kita juga harus memberi perhatian lebih dalam menjaga keindahan dan keawetan marmer. Kita harus memberi marmer kita lapisan pelindung khusus untuk melindungi marmer dari kerusakan dan noda. Mengingat marmer memiliki permukaan yang sensitif dan rentan.

Pada intinya, kita perlu memerhatikan banyak hal saat merawat marmer. Ketidakhati-hatian dapat berakibat fatal pada kualitas marmer Anda. Jadi, pastikan Anda merawat marmer Anda dengan teliti dan penuh kehati-hatian, ya!


Sebelum memutuskan untuk memilih material tertentu, pastikan Anda mempertimbangkan beberapa hal mulai dari lokasi penempatan (apakah di lantai atau dinding), dana yang akan anda keluarkan.