Tahun 2023 semakin dekat, tentu banyak resolusi yang ingin kita semua realisasikan.. salah satunya adalah rumah idaman. Bagi Anda berencana membangun rumah, tapi bingung mencari konsep rumah yang ingin anda coba? Artikel ini adalah jawaban yang tepat untuk menemukan tema rumah anda kelak di 2023. Ini dia 3 tren rumah yang akan terus berkembang dan makin banyak peminatnya di 2023.

Open Space Home

Rumah di Indonesia erat dengan keberadaan sekat antar ruang. Akan tetapi, kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi awal tahun 2020 silam memunculkan pola kegiatan yang baru, salah satunya adalah work from home (WFH). Kondisi tersebut akhirnya membuat kebutuhan ruang aktivitas di dalam rumah mengalami penyesuaian. Open space house adalah konsep yang dapat anda pilih untuk hal ini.

Ilustrasi Rumah Open Space
Sumber: hikerterson | (Getty Images)


Open space adalah konsep rumah tanpa atau minim sekat, pembatas, maupun dinding. Desain ini membuat rumah terlihat lebih luas dan lega dibandingkan rumah pada umumnya. Setelah pandemi dan tren WFH meningkat, orang-orang menyadari bahwa selain istirahat, rumah juga dapat menjadi tempat bekerja. Namun untuk dapat melakukan dua hal tersebut dengan efisien maka sekat antar ruang dibatasi agar movement penghuni semakin cepat.

Keuntungan dari menggunakan tren rumah open space ini adalah karena ruang terkesan lebih luas dan sirkulasi udara lebih lancar akibat partisi yang hilangkan. Kontraktor Hijau bersama Arsitek Hijau sudah banyak membangun rumah dengan tema ini. Salah satunya adalah rumah siapa.

Tren Rumah Tumbuh, Cocok untuk Anda dengan Dana Terbatas

Jika anda belum memiliki biaya yang cukup untuk membangun rumah dan memiliki pertimbangan menambah anggota keluarga ke depannya, konsep rumah tumbuh dapat anda coba. Rumah tumbuh adalah hunian yang proses pembangunannya dapat terjadi secara bertahap.

Pada praktiknya rumah tumbuh terbagi menjadi dua jenis berdasarkan arah pertumbuhannya yakni rumah tumbuh horizontal dan rumah tumbuh vertikal. Di Indonesia sendiri, sebenarnya jenis rumah tumbuh vertikal sudah sering kita temukan. Biasanya perubahan dari rumah satu lantai menjadi rumah dua lantai.

Konsep rumah tumbuh mulai berkembang semenjak masalah keterbatasan lahan semakin meningkat dengan semakin banyaknya penghuni bumi. Selain itu, minimnya dana untuk membangun rumah full dan pertimbangan menambah anggota keluarga menjadikan tren ini semakin marak.

Ciri khasnya dari rumah ini adalah keberadaan area atau bagian lebih yang dapat dibangun menjadi ruangan baru. Konsep ini sangat cocok bagi anda keluarga baru!

Rumah Ramah Lingkungan

Isu iklim terus meningkat setiap tahunnya, oleh karena itu para desainer dan kontraktor rumah terus berupaya dan bergerak ke arah bangunan ramah lingkungan. Nah untuk dapat membangun rumah ramah lingkungan ada beberapa cara yang dapat anda lakukan, mulai dari pemilihan material, metode pembangunan, maupun desain yang efisien energi.

Pertama, pemilihan material yang ramah lingkungan. Misalnya, seperti penggantian kayu alami ke conwood untuk mengurangi penggunaan kayu. Lalu juga penggunaan bio septic tank untuk area pembuangan kotoran manusia.

Kedua yakni metode pembangunan dari pembangunan tradisional menuju pembangunan rumah presisi atau minim buangan. Kontraktor Hijau sendiri menggunakan perencanaan waste pada tahap awal sebelum pembangunan yakni buangan material di angka < 2% dari total yang terpakai.

Terakhir yakni desain yang efisien energi. Salah satunya adalah penggunaan skylight void pada bagian bukaan atau atap rumah untuk memaksimalkan cahaya yang masuk ke dalam rumah sehingga dapat menghemat penggunaan listrik.


Kontraktor Hijau melayani pembuatan rumah dengan berbagai spesifikasi keinginan anda. Selain itu, anda juga dapat me-request fitur khusus tambahan untuk diaplikasikan di rumah. Langsung kontak kami pada tombol di bawah ini!😉