Biaya bangun rumah merupakan hal paling penting yang harus diperhitungkan matang-matang sebelum memulai tahapan bangun rumah. Banyak komponen biaya yang termasuk, mulai dari biaya material, biaya tenaga kerja, biaya desain, hingga biaya administrasi sebelum dan sesudah bangunan jadi. Tapi sering kali kita menghadapi biaya tambahan saat menghitung dana yang telah terpakai setelah proyek selesai.

Nah, kira-kira apa saja hal dapat menyebabkan kondisi tersebut? Pembahasan 3 alasan utama biaya bangun rumah membengkak bisa Anda simak jawabannya pada artikel ini!

Pentingnya Kalkulasi untuk Biaya Bangun Rumah

Request Tambahan Saat Proyek Berjalan

Berbagai elemen interior pada rumah

Saat membangun rumah, kita acap kali melewatkan detail-detail yang ingin kita bangun terutama dalam hal estetika. Hal tersebut bisa terjadi karena desain atau keinginan terlupakan atau juga akibat tidak bisa tervisualisasikan sesuai harapan anda. Jadi, saat proses pembangun baru lah teringat bahwa ada bagian tertinggal. Baik dari perubahan dekorasi interior, request tambahan area luar rumah atau eksterior, atau bahkan menambah ruangan.

Saat merubah atau menambahkan bagian rumah, akan penyesuaian terhadap harga material yang kita gunakan. Selain itu, harga pekerja atau harga tenaga harian tukang yang kita gunakan pun otomatis akan bertambah karena perubahan detail pekerjaan. Masalah ini dapat dicegah dengan melakukan perencanaan pembangunan rumah yang jelas bersama desainer atau arsitek sebelum memulai tahap lainnya.

COBA SEKARANG: Konsultasi Desain Rumah dengan Arsitek Hijau

Proyek Bangun Rumah Mangkrak

Bangunan Terabaikan. Sumber: Unsplash.

Proyek mangkrak dan dana merupakan dua hal yang saling mempengaruhi. Saat dana pembangunan Anda pribadi ternyata kurang, maka pekerjaan bangun rumah tidak dapat berlanjut untuk sementara waktu. Lalu, ketika proyek mangkrak maka dana juga akan bertambah akibat beberapa hal.

Pertama, saat proyek tidak berlaselama ketahan proyeknya, tidak ada maintenance bangunan yang terbengkalai. Saat bangunan tidak terawat maka akan ada potensi kerusakan dan perlu perbaikan kembali. Hal ini secara tidak langsung berpengaruh pada jumlah material yang akan terpakai saat proyek dilanjutkan.

Lihat di sini: Kumpulan Portofolio Kontraktor Hijau

Kedua, kenaikan harga material berpengaruh. Misal, saat awal pembangunan harga material ada di Rp. 52,000 per karung, lalu proyek terhenti sebentar dan dilanjutkan tahun depan di saat harga material sudah naik 10%. Kondisi itu tentu bisa menyebabkan pembengkakan biaya Anda membangun rumah.

Kontraktor Tidak Profesional

Penting untuk mengenal ciri-ciri kontraktor nakal sebelum memilih kontraktor yang akan menangani proyek anda. Ciri-ciri tersebut antara lain proses komunikasi tidak berjalan dengan mulus, perjanjian kerja dan timeline pengerjaan yang tidak jelas, lalu kontraktor yang tidak dapat menjawab setiap pertanyaan yang anda ajukan terkait proses pembangunan rumah anda.

Saat kontraktor tidak memberikan informasi secara mendalam maka dapat terjadi penambahan dana selama proses berjalan karena adanya hal tidak terduga maupun perhitungan yang terlewat.

Maka dari itu, sebelum membangun rumah penting untuk melakukan konsultasi bersama ahli atau kontraktor terpercaya. Sehingga setiap keinginan Anda dan juga perhitungan proyek terjadi secara tepat dan akurat.

Konsultan ahli dapat mewujudkan visi misi rumah yang anda harapkan mulai dari memberikan usulan tentang struktur yang baik dan menunjukakn referensi gambar detail. Kontraktor Hijau merupakan kontraktor yang dapat anda pilih untuk mendiskusikan segala yang anda inginkan dalam proses pembangunan rumah impian anda. Cek testimoni klien kami melalu video di bawah ini!